Selasa, 27 Maret 2012

Makalah Pembinaan Pendidikan Islam Di Madinah

BAB I
PENDAHULUAN

Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan dan rahmatan lil’alamin bagi orang yang mengharapkan rahmat dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah (al-ahzaab : 21) adalah pendidik pertama dan terutama dalam dunia pendidikan Islam. Proses transformasi ilmu pengetahuan, internalisasi nilai-nilai spitualisme dan bimbingan emosional yang dilakukan Rasulullah dapat dikatakan sebagai mukjizat luar biasa, yang manusia apa dan dimana pun tidak dapat melakukan hal yang sama.
Hasil pendidikan Islam periode Rasulullah terlihat dari kemampuan murid-muridnya (para sahabat) yang luar biasa, misalnya : umat ibn Khotab ahli hukum dan pemerintahan, Abu Hurairah Ahli Hadis, Salman al-Farisi ahli Perbandingan Agama : Majusi, Yahudi, Nasrani dan Islam dan Ali ibn Abi Thalib ahli hukum dan tafsir al-Qur’an, kemudian muri dari para sahabat dikemudian hari, tabi’-tabi’in, banyak yang ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan sains, teknologi, astronomi, filsafat yang mengantarkan Islam pintu gerbang zaman keemasan. Hanya periode Rasulullah, fase Makkah dan Fase Madinah, para aktivis pendidikan dapat menyerap berbagai teori dan prinsip dasar yang berkaitan dengan pola-pola pendidikan dan interaksi sosial yang lazim dilaksanakan dalam setiap manajemen pendidikan Islam.
Gambaran dan pola pendidikan Islam diperiode Rasulullah SAW di Makka dan Madinah adalah sejarah masa lalu yang perlu kita ungkapkan kembali, sebagai bahan perbandingan, sumber gagasan, gambaran strategi mensukseskan pelaksanaan proses pendidikan Islam. Pola pendidikan dimasa Rasulullah SAW, tidak terlepas dari metode, evaluasi, materi, kurikulum, pendidikan, peserta didik. Lembaga, dasar, tujuan dan sebagainya yang bertalian dengan pelaksanaan pendidikan Islam, baik secara teoristis maupun praktis.
Makalah singkat dan tipis ini tidak dapat menampung semua bentuk pola pendidikan silam karena keterbatasan waktu dan juga keterabatasan ilmu penulis dalam mengungkapkannya. Meskipun makalah ini sangat sederhana paling tidak akan menambah motivasi dan wawasan pembaca untuk meninjau dan menggali lebih dalam tentang pola pendidikan Islam periode Rasulullah. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi para pembaca. Wallahu alam ala kulli haq.
A.    Latar Belakang
Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam amat penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama islam dan pemimpin-pemimpin islam. Dengan mempelajari Sejarah Pendidikan Islam kita dapat mengetahui sebab kemajuan dan kemunduran islam baik dari cara didikannya maupun cara ajarannya. Khusunya pendidikan  islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Sejarah Pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW Yaitu periode Madinah. pada peroide di Madinah Nabi Muhammad SAW melakukan pembinaan di bidang sosial politik. Disinilah pendidikan islam berkembang pesat.

B.     Rumusan Masalah 
1.      Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan  Islam Di Madinah ? 
2.      Bagaimana Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Saw ? 
3.      Bagaimana Metode Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Saw ? 
4.      Bagaimana Evaluasi Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Saw ?

C.    Tujuan

1.      Untuk Mengetahui Pelaksanaan Pendidikan Islam Di Madinah
2.      Untuk Mengetahui Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW
3.      Untuk Mengetahui Metode Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW
4.      Untuk Mengetahui Evaluasi Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW











BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pendidikan Islam pada masa Rasulullah di Madinah
Berbeda dengan periode di Makkah, pada periode Madinah islam merupakan kekuatan politik. Kalau pembinaan pendidikan islam periode Makkah bercirikan pendidikan tauhid ( ketuhanan ) maka pada periode Madinah ini ciri pokoknya adalah pembinaan pendidikan islam sebagai pendidikan sosial dan politik. Ajaran islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah.
Cara Nabi melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agama islam di Madinah adalah sebagai berikut:
a.       Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik.
Masalah pertama yang di hadapi Nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin adalah tempat tinggal. Untuk sementara para kaum Muhajirin bisa menginap dirumah-rumah kaum anshor. Tepi beliau sendiri memerlukan suatu tempat khusus ditengah-tengah ummatnya sebagai pusat kegiatan, sekaligus sebagai lambang persatuan dan kesatuan diantara kedua kelompok masyarakat yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda.
Oleh karena itu Nabi memerintahkan untuk membangun masjid. Masjid itu telah menjadi pusat pendidikan dan pengajaran.
Tugas selanjutnya yang dihadapi Nabi adalah membina dan mengembangkan persatuan dan kesatuan masyaraka islam yang baru tumbuh tersebut, sehingga mewujudkan satu kesatuan social dan kesatuan politik.
Setelah selesai Nabi Muhammad SAW mempersatukan kaum muslimin, sehingga menjadi bersaudara, lalu Nabi mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Dalam perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin, tolong- menolong , bantu-membantu, terutama bila ada serangan musuh terhadap Madinah. Mereka harus memperhatikan negeri bersama-sama kaum Muslimin, disamping itu kaum Yahudi bebas memeluk agamanya dan bebas beribadah menurut kepercayaannya. Inilah salah satu perjanjian persahabatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.



Dra.Zuhairini, Drs.Moh.Kasiram,Msc., Drs.Abdul Ghofir, Drs.Tadjab, Drs.A.Malik Fadjar,Msc.,
  1. Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan
Pelaksanaan pendidikan social politik dan kewarganegaraan secara ringkas dapat di kemukakan sebagai berikut :
1)      pendidikan ukhuwah (persaudaraan)
2)      pendidikan kesejahteraan sosial
3)      pendidikan kesejahteraan keluarga dan kerabat
4)      pendidikan hankam.
  1. Pendidikan anak dalam islam
Dalam islam, anak merupakan pewaris ajaran islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw dan generasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan islam ke seluruh penjuru alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-qur’an berkaitan dengan itu.
Adapun garis-garis besar materi pendidikan anak dalam islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut:
1.      Pendidikan Tauhid
2.      Pendidikan Shalat
3.      Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat
4.      Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga
5.      Pendidikan kepribadian
6.      Pendidikan kesehatan
7.      Pendidikan akhlak.
2.      Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW
Mengindentifikasikan kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit, sebab Rasul mengajar pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Nabi Muhammad SAW memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan rasulullah menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan di tempat-tempat lainnya.

Drs.H.Maksum Umar, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1992
Sistem pendidikan islam lebih bertumpu kepada Nabi Muhammad SAW, sebab selain Nabi Muhammad SAW tidak ada yang mempunyai otoritas untuk menentukan materi-materi pendidikan islam. Kurikulum pendidikan Islam baik di Makkah maupun di Madinah adalah Al-Qur’an yang Allah wahyukan sesuai dengan kondisi, situasi, dan kejadian yang di alami oleh masyarakat pada saat itu.
3.      Metode Pengajaran Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW
Untuk menciptakan suasana kondusif dan menyenangkan dalam mengajar Nabi Muhammad SAW menggunakan berbagai metode. Hal itu dilakukan untuk menghindarkan kebosanan dan kejenuhan. Diantara metode yang digunakan Nabi Muhammad SAW adalah:
1)      Metode ceramah
2)      Dialog
3)      Diskusi atau tanya jawab
4)      Metode demonstrasi
5)      Metode eksperimen
Selain itu, metode pendidikan akhlak juga dilakukan dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi kisah-kisah umat dahulu kala, supaya diambil pelajaran.
4.     Evaluasi pendidikan
Dalam menjalankan misi pendidikan, untuk mengetahui tingkat pemahaman atau kadar penguasaan para sahabatnya terhadapa materi pelajaran, Nabi Muhammad SAW melakukan evaluasi, Nabi Muhammad sering mengevaluasi hafalan para sahabatnya dengan cara menyuruh sahabatnya untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an dihadapannya dengan membetulkan hafalan dan bacaan mereka yang keliru. Nabi  juga mengevaluasi kemampuan sahabat untuk dijadikan utusan ke suatu daerah mengajarkan agama islam, misalnya, dialog antara Rasulullah dengan Mu’adz ibn Jabal ketika Mu’adz akan diutus sebagai kadi ke negeri Yaman. Evaluasi  juga dapat  dilakukan dengan cara bertanya tentang suatu masalah hukum secara langsung kepada Rasulullah, lalu Rasulullah menjawabnya.






Alavi, Zainuddin, Pemikiran Pendidikan Islam Pada Abad Klasik Dan Pertengahan, Bandung : Angkasa, 2003
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
·         Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah di Makkah
v  Nabi Muhammad SAW telah mendidik ummatnya secara bertahap. Ia mulai dengan keluarga dekatnya, yang pada mulanya secara sembunyi-sembunyi. Kemdian secara terang-terangan.
v  Materi yang diajarkan berkisar pada ayat-ayat Makiyyah sejumlah 93 surat dan petunjuk-petunjuknya yang dikenal dengan sebutan sunnah dan hadits.
v  Materi yang diajarkan menerangkan tentang kajian keagamaan yang menitik beratkan pada keimanan, ibadah dan akhlak.
·         Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Di Madinah
v  Kalau pembinaan pendidikan islam periode Makakh bercirikan pendidikan tauhid ( ketuhanan ) maka pada periode Madinah ini ciri pokoknya adalah pembinaan pendidikan islam sebagai pendidikan sosial dan politik.
v  upaya pendidikan yang dilakukan Nabi pertama-tama membangun lembaga masjid, melalui masjid ini Nabi memberikan pendidikan islam.
v  Materi pendidikan islam yang diajarkan berkisar pada pendidikan ukhuwah (persaudaraan), pendidikan kesejahteraan sosial, pendidikan kesejahteraan keluarga dan sahabat, pendidikan hankam.
·         Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW
Kurikulum pendidikan Islam baik di Makkah maupun di Madinah adalah Al-Qur’an yang Allah wahyukan sesuai dengan kondisi, situasi, dan kejadian yang di alami oleh masyarakat pada saat itu
·         Metode pendidikan islam pada masa Rasulullah SAW
Diantara metode yang digunakan Nabi Muhammad SAW adalah:
o   Metode ceramah
o   Dialog
o   Diskusi atau tanya jawab
o   Metode demonstrasi
o   Metode eksperimen
·         Evaluasi pendidikan
Nabi Muhammad SAW sering mengevaluasi hafalan para sahabatnya dengan cara menyuruh sahabatnya untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an dihadapannya dengan membetulkan hafalan dan bacaan mereka yang keliru

DAFTAR PUSTAKA

Dra.Zuhairini, Drs.Moh.Kasiram,Msc., Drs.Abdul Ghofir, Drs.Tadjab, Drs.A.Malik Fadjar,Msc., Drs.H.Maksum Umar, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1992
Alavi, Zainuddin, Pemikiran Pendidikan Islam Pada Abad Klasik Dan Pertengahan, Bandung : Angkasa, 2003
Asrohah, Hanun, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Logos, 1999
Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, Penrj. Ali Audah ( Jakarta : Balai Pustaka, 1972)
Zuhairini dkk, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta : Buni Aksara : bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, 1997), cet ke-5
 ajb Khalid al-Amar, tarbiyah Rasulullah, penjrj. Ibn Muhammad, Fakhrudin Nursyam ( Jakarta : Gema Insani Prres 1996), cet ke-3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar